Mini Riset
Meningkatkan Tanggung Jawab Anak Usia Dini melalui Metode Proyek
Pendidikan Taman Kanak -kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan
anak usia dini yang memiliki peran penting untuk mengembangkan kepribadian anak
dan sebagai dasar bagi pencapaian keberhasilan pendidikan yang lebih tinggi.
Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka memberikan layanan pendidikan
sejak dini sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan pendidikan bagi anak usia
dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik
beratkan pada pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan
kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan sarana dan prasarana yang
tidak mendukung, emosi, kecerdasan spritual), sosio emosional (sikap dan
perilaku serta beragama), bahasa dan komunikasi. Menurut Eagle dan Chaiken
(Wawan dan Dewi, 2010) sikap dapat diposisikan sebagai hasil evaluasi terhadap
obyek sikap yang diekspresikan ke dalam proses-proses kognitif, afektif (emosi)
dan perilaku. Sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan
dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon
sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).
Usia dini merupakan usia yang matang untuk menanamkan sikap
tanggung jawab, sehingga dalam hal ini anak mampu disiplin dalam setiap
aktivitasnya. Menurut (Sukiman : 2016) tanggung jawab dapat di artikan sebagai
suatu perilaku yang melakukan semua tugas dan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh, selain itu tanggung jawab terbentuk seiring dengan pertumbuhan
dan perkembangan anak, sehingga tanggung jawab menurut sumbernya berasal dari
dalam hati dan kemauan sendiri untuk melakukan kewajiban. Menurut (Kesuma dan
Permana : 2013) untuk menanamkan sikap
tanggung jawab bukanlah hal yang mudah, karena memerlukan sikap atau tindakan
yang konsisten. Dalam hal ini anak akan memaknai suatu perkara itu p/enting,
ketika suatu perkara tersebut di berikan penegasan dan di lakukan secara
kontinu, sehingga akan tertanam dalam memori dan menjadi karakter yang permanen
bagi anak. Menumbuhkan karakter positif anak berupa tanggung jawab merupakan
salah satu aspek terpenting dalam pendidikan anak usia dini.
Banyak
ditemukan pada zaman sekarang anak yang lebih menuntut haknya ketimbang
kewajibannya, contoh kecilnya seperti anak meminta di belikan mainan baru, namun realitanya
setelah di belikan mainan, anak tersebut menyimpan mainannya dimana saja bahkan
di biarkan hingga rusak. Selain itu banyak diantara anak-anak menyukai kegiatan
menggambar, namun tak banyak dari anak yang langsung membereskan bekas
menggambarnya dan disimpan pada tempatnya, bahkan anak terlihat lebih
mengandalkan orang di sekitarnya. Dari realita tersebut dapat tergambar bahwa
karakter tanggung jawab anak sangat minim, namun dalam hal ini karakter
tanggung jawab masih bisa di usahakan dan terus di tanamkan pada anak sebelum
anak menjelang dewasa dan menjadi karakter yang permanen. Pentingnya karakter tanggung jawab pada anak usia
dini yaitu sebagai dasar bagi kehidupan anak yang produktif dan bertanggung
jawab seumur hidupnya. Oleh karena itu, sebagai pendidik anak usia dini hendaknya
memiliki kompetensi-kompetensi yang akan menunjang seluruh aspek perkembangan
anak. Semakin baik perhatian guru terhadap aspek perkembangan anak, maka
semakin cepat pula peradaban bangsa ini maju dan berujung pada perbaikan
seluruh tatanan kehidupan.
Berdasarkan
permasalahan yang telah di temukan, maka peneliti ingin meningkatkan karakter
tanggung jawab anak melalui metode pembelajaran yang kondusif, relevan, dan
fungsional, adapun salah satu metode yang akan di gunakan untuk meningkatkan
karakter tanggung jawab anak usia 5-6 tahun yaitu melalui metode proyek. Metode
Proyek merupakan pemberian tugas dalam bentuk pemecahan masalah yang dikerjakan
secara kelompok kecil maupun besar, dimana masing-masing anak mempunyai tanggung
jawab terhadap tugas yang diberikan, sehingga melalui hal ini di harapkan anak
mampu lebih bertanggung jawab dalam setiap akivitasnya, baik itu yang bersifat
individu maupun kelompok.
Metode proyek merupakan
salah satu cara pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak dengan
persoalan sehari-hari yang harus dipecahkan secara berkelompok. Menurut
Masitoh, dkk (2005; 200) mengemukakan bahwa metode proyek adalah salah satu
bentuk pembelajaran yang menghadapkan anak pada persoalan sehari-hari yang ada
dan harus dipecahkan baik secara individu maupun berkelompok. Metode proyek
berasal dari gagasan John Dewey tentang konsep “learning by doing” yakni proses
perolehan hasil belajar dengan mengerjakan tindakan-tindakan tertentu sesuai
dengan tujuannya, terutama proses penguasaan anak tentang bagaimana melakukan
sesuatu pekerjaan yang terdiri atas serangkaian tingkah laku untuk mencapai
tujuan.
Komentar
Posting Komentar